Senin, 27 Mei 2019

bab smt2 11sma

Rangkuman Sosiologi 
Masyarakat Multikultural/Konflik

A. Pengertian Masyarakat Multikultural Menurut Para Ahli
   • C.W. Watson
masyarakat multikultural adalah membicarakan tentang masyarakat negara, bangsa, daerah, bahkan lokasi geografis terbatas seperti kota atau sekolah, yang terdiri atas orang-orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda-beda dalam kesederajatan.
   • J.S. Furnivall 
Masyarakat multikultural adalah masyarakat yang terdiri atas dua atau lebih komunitas (kelompok) yang secara kultural dan ekonomi terpisah-pisah serta memiliki struktur kelembagaan yang berbeda-beda satu sama lainnya.

Ciri ciri masyarakat  multikultural 
  1. Terjadi segmentasi ke dalam bentuk-bentuk kelompok subkebudayaan yang berbeda satu dengan yang lain
  2. Memiliki struktur sosial yang terbagi-bagi ke dalam lembaga-lembaga yang bersifat nonkomplementer
  3. Kurang mengembangkan konsensus diantara para anggota-anggotanya terhadap nilai-nilai yang bersifat dasar
  4. Secara relatif seringkali mengalami konflik diantara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain
  5. Secara relatif, integrasi sosial tumbuh di atas paksaan (coercion) dan saling ketergantungan dalam bidang ekonomi
  6. Adanya dominasi politik suatu kelompok terhadap kelompok lain
Berdasarkan konfigurasi (susunannya) dan komunitas etnisnya masyarakat majemuk dibedakan :
    • Masyarakat majemuk dengan komposisi seimbang
Terdiri atas sejumlah komunitas atau etnis yang mempunyai kekuatan kompetitif yang kurang lebih seimbang. Diperlukan koalisi antar etnis agar masyarakat menjadi stabil.  

    • Masyarakat majemuk mayoritas dominan
Terdiri atas sejumlah komunitas etnis dengan kekuatan kompetitif tidak seimbang. Kelompok etnis mayoritas mendominasi kompetisi politik dan ekonomi.
    • Masyarakat majemuk dengan minoritas dominan 
Kelompok etnis minoritas memiliki keunggulan kompetitif yang luas sehingga mendominasi kehidupan politik dan ekonomi masyarakat.
    • Masyarakat majemuk dengan fragmentasi
Terdiri atas sejumlah kelompok etnis tetapi semuanya dalam jumlah yang kecil sehingga tidak ada satu kelompok pun yang mempunyai posisi politik atau ekonomi yang dominan Biasanya sangat stabil meski masih menyimpan potensi konflik karena rendahnya kemampuan coalition building (membangun koalisi).

Pengaruh diferensiasi Sosial dan statifikasi Sosial
  
    1. primordialisme 
        pandangan atau paham menunjukkan sikap berpegang teguh pada yang sudah    
        ada sejak semula dan melekat pada individu, seperti ras, agama dan bangsa.

    2. Etnosentrisme
        suatu sikap menilai budaya masyarakat lain menggunakan ukuran ukuran atau 
        tolak  ukur yg berlaku di masyarakat.

    3. Politik aliran / Sektarian
        Keadaan dimana sebuah kelompok/organisasi tertentu di kelilingin oleh sejumlah  
        organisasi masa (ormas) baik formal atau informal.

    4. Konsolidasi
        Usaha untuk menata kembali atau memperkuat kembali kelompok yang terancam   
        perpecahan.

B. Pengertian konflik
    dapat diartikan sebagai suatu proses sosial antara 2orang/lebih atau juga kelompok
    yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan, melukai dan   
    membuatnya tidak berdaya.

Pengertian menurut para ahli

   • Soerjono soekanto
konflik sebagai suatu proses sosial individu atau kelompok yang berusaha memenuhi tujuan nya dengan cara menentang pihak lawan.

   • Gillin Gillen
konflik sebagai bagian dari proses interaksi sosial manuasia yang saling berlawanan.

   • Louis coeser
konflik sebagai perjuangan mengenai nilai atau tuntutan status, kekuasaan dan sumber daya bersifa langka dengan maksud melenyapkan lawan atau mencederai.

Faktor-faktor penyebab konflik
1. perbedaan individu bisa menyangkut emosi
2. perbedaan kebudayaan 
3. perbedaan kepentingan 

Bentuk bentuk konflik menurut para ahli
1. Soerjono Soekanto
    a. konflik atau pertentangan pribadi.
    b. konflik atau pertentangan rasial.
    c. konflik atau pertentangan antar kelas sosial.
    d. konflik atau pertentangan politik.
    e. konflik atau pertentangan internasional.

2. Ursula Lehr.
    a. konflik  dengan orang tua sendiri.
    b. konflik dengan anak sendiri.
    c. konflik dengan keluarga.
    d. konflik dengan orang lain.
    e. Konflik dengan suami-istri.
    f.  konflik di sekolah.
    g. konflik dalam pekerjaan.
    h. konflik agama.
    i.  konflik pribadi.

Dampak Konflik
    Positif
1. konflik dapat memperjelas aspek aspek kehidupan yang belum jelas/tuntas.
2. adanya penyesuaian kembali norma-norma, nilai-nilai, serta hubungan sosial dalam    
    kehidupan individu atau kelompok.
3. meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok.
4. merupakan jalan untuk mengurangi ketergantungan antar individu/kelompok.
5. konflik dapat membantu menghidupkan kembali norma-norma&menciptakan 
    norma-norma baru
6. konflik berfungsi sbg sarana untuk mencapai keseimbangan antar kekuatan pada 
    masyarakat.
7. konflik memunculkan sebuah kompromi baru.

    Negatif
1. Keretakan hubungan antar individu dan persatuan antar kelompok.
2. kerusakan harta, benda dan nyawa.
3. berubahnya kepribadian individu.
4. muncul dominasi kelompok pemenang atas kelompok yang kalah.

Cara pengendalian konflik dan kekerasan beserta contohnya

1. Koersi
    pengendalian degan cara paksaan fisik/psikologi.
    contoh: terjadi pemaksaan kehendak terhadap pihak yang lebih lemah. Yaitu laki laki     
    memaksakan suatu kehendak terhadap perempuan

2.Kompromi
   dengan mengurangi tunrutan antara pihak yang berkonflik.
   contoh: presiden RI mengadakan suatu perjanjian dengan Presiden Iran tentang bea    
   cukai.

3.Konsliasi
   melalui lembaga-lembag yang memungkinkan diskusi dalam mengambil keputusan
   yang adil diantara pihak yang bertikai.
   contoh: pembagian warisan tidak merata, akhirnya diskusi dengan antar saudara-
   saudara lainnya dan juga keluarga besar.

4.Mediasi
   kedua pihak mencari pihak ketiga yang netral sebagai mediator.
   contoh: saat melihat orang membuang sampah sembarangan yang melihat sbg 
   mediator mengingatkan orang tsb.

5.Arbitrasi.
    pengendalian datang pihak ketiga untuk terpaksa menerima keputusan untuk 
    menyelesaikan konflik.
    contoh: kakak & adik bertengkar terpaksa ibu memberi keputusan.

6.Ajudikasi 
   merupakan penyelesaian melalui lembaga pengadilan.
   contoh: konflik antara 2orang yang terlibat tabrakan kendaraan dan kedua belah 
   pihak bersikukuh telah berkendara dengan benar jalan damainya mau tidak mau        
 ditempuh jalur pengadilan
Teori-teori tentang kekerasan 
1. teori faktor individual
   penyebab dari perilaku individu atau kekerasan dari pribadi dan sosial..

2. teori faktor kelompok
    individu cenderung membetuk kelompok dengan mengedepankan indentitas berdasar 
    kesamaan ras, agama dan etnik.

3. teori dinamika kelompok
    kekerasan timbul karena adanya rasa kehilangan atau memiliki yg terjadi dalam 
    kelompok/masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar