Rangkuman Sosiologi
Masyarakat Multikultural/Konflik
A. Pengertian Masyarakat Multikultural Menurut Para Ahli
• C.W. Watson
masyarakat multikultural adalah membicarakan tentang masyarakat negara, bangsa, daerah, bahkan lokasi geografis terbatas seperti kota atau sekolah, yang terdiri atas orang-orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda-beda dalam kesederajatan.
• J.S. Furnivall
Masyarakat multikultural adalah masyarakat yang terdiri atas dua atau lebih komunitas (kelompok) yang secara kultural dan ekonomi terpisah-pisah serta memiliki struktur kelembagaan yang berbeda-beda satu sama lainnya.
Ciri ciri masyarakat multikultural
- Terjadi segmentasi ke dalam bentuk-bentuk kelompok subkebudayaan yang berbeda satu dengan yang lain
- Memiliki struktur sosial yang terbagi-bagi ke dalam lembaga-lembaga yang bersifat nonkomplementer
- Kurang mengembangkan konsensus diantara para anggota-anggotanya terhadap nilai-nilai yang bersifat dasar
- Secara relatif seringkali mengalami konflik diantara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain
- Secara relatif, integrasi sosial tumbuh di atas paksaan (coercion) dan saling ketergantungan dalam bidang ekonomi
- Adanya dominasi politik suatu kelompok terhadap kelompok lain
1. primordialisme
pandangan atau paham menunjukkan sikap berpegang teguh pada yang sudah
ada sejak semula dan melekat pada individu, seperti ras, agama dan bangsa.
2. Etnosentrisme
suatu sikap menilai budaya masyarakat lain menggunakan ukuran ukuran atau
tolak ukur yg berlaku di masyarakat.
3. Politik aliran / Sektarian
Keadaan dimana sebuah kelompok/organisasi tertentu di kelilingin oleh sejumlah
organisasi masa (ormas) baik formal atau informal.
4. Konsolidasi
Usaha untuk menata kembali atau memperkuat kembali kelompok yang terancam
perpecahan.
B. Pengertian konflik
dapat diartikan sebagai suatu proses sosial antara 2orang/lebih atau juga kelompok
yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan, melukai dan
membuatnya tidak berdaya.
Pengertian menurut para ahli
• Soerjono soekanto
konflik sebagai suatu proses sosial individu atau kelompok yang berusaha memenuhi tujuan nya dengan cara menentang pihak lawan.
• Gillin Gillen
konflik sebagai bagian dari proses interaksi sosial manuasia yang saling berlawanan.
• Louis coeser
konflik sebagai perjuangan mengenai nilai atau tuntutan status, kekuasaan dan sumber daya bersifa langka dengan maksud melenyapkan lawan atau mencederai.
Faktor-faktor penyebab konflik
1. perbedaan individu bisa menyangkut emosi
2. perbedaan kebudayaan
3. perbedaan kepentingan
Bentuk bentuk konflik menurut para ahli
1. Soerjono Soekanto
a. konflik atau pertentangan pribadi.
b. konflik atau pertentangan rasial.
c. konflik atau pertentangan antar kelas sosial.
d. konflik atau pertentangan politik.
e. konflik atau pertentangan internasional.
2. Ursula Lehr.
a. konflik dengan orang tua sendiri.
b. konflik dengan anak sendiri.
c. konflik dengan keluarga.
d. konflik dengan orang lain.
e. Konflik dengan suami-istri.
f. konflik di sekolah.
g. konflik dalam pekerjaan.
h. konflik agama.
i. konflik pribadi.
Dampak Konflik
Positif
1. konflik dapat memperjelas aspek aspek kehidupan yang belum jelas/tuntas.
2. adanya penyesuaian kembali norma-norma, nilai-nilai, serta hubungan sosial dalam
kehidupan individu atau kelompok.
3. meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok.
4. merupakan jalan untuk mengurangi ketergantungan antar individu/kelompok.
5. konflik dapat membantu menghidupkan kembali norma-norma&menciptakan
norma-norma baru
6. konflik berfungsi sbg sarana untuk mencapai keseimbangan antar kekuatan pada
masyarakat.
7. konflik memunculkan sebuah kompromi baru.
Negatif
1. Keretakan hubungan antar individu dan persatuan antar kelompok.
2. kerusakan harta, benda dan nyawa.
3. berubahnya kepribadian individu.
4. muncul dominasi kelompok pemenang atas kelompok yang kalah.
Cara pengendalian konflik dan kekerasan beserta contohnya
1. Koersi
pengendalian degan cara paksaan fisik/psikologi.
contoh: terjadi pemaksaan kehendak terhadap pihak yang lebih lemah. Yaitu laki laki
memaksakan suatu kehendak terhadap perempuan
2.Kompromi
dengan mengurangi tunrutan antara pihak yang berkonflik.
contoh: presiden RI mengadakan suatu perjanjian dengan Presiden Iran tentang bea
cukai.
3.Konsliasi
melalui lembaga-lembag yang memungkinkan diskusi dalam mengambil keputusan
yang adil diantara pihak yang bertikai.
contoh: pembagian warisan tidak merata, akhirnya diskusi dengan antar saudara-
saudara lainnya dan juga keluarga besar.
4.Mediasi
kedua pihak mencari pihak ketiga yang netral sebagai mediator.
contoh: saat melihat orang membuang sampah sembarangan yang melihat sbg
mediator mengingatkan orang tsb.
5.Arbitrasi.
pengendalian datang pihak ketiga untuk terpaksa menerima keputusan untuk
menyelesaikan konflik.
contoh: kakak & adik bertengkar terpaksa ibu memberi keputusan.
6.Ajudikasi
merupakan penyelesaian melalui lembaga pengadilan.
contoh: konflik antara 2orang yang terlibat tabrakan kendaraan dan kedua belah
pihak bersikukuh telah berkendara dengan benar jalan damainya mau tidak mau
ditempuh jalur pengadilan
Teori-teori tentang kekerasan
1. teori faktor individual
penyebab dari perilaku individu atau kekerasan dari pribadi dan sosial..
2. teori faktor kelompok
individu cenderung membetuk kelompok dengan mengedepankan indentitas berdasar
kesamaan ras, agama dan etnik.
3. teori dinamika kelompok
kekerasan timbul karena adanya rasa kehilangan atau memiliki yg terjadi dalam
kelompok/masyarakat.
Rangkuman Sosiologi
Masyarakat Multikultural/Konflik
A. Pengertian Masyarakat Multikultural Menurut Para Ahli
• C.W. Watson
masyarakat multikultural adalah membicarakan tentang masyarakat negara, bangsa, daerah, bahkan lokasi geografis terbatas seperti kota atau sekolah, yang terdiri atas orang-orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda-beda dalam kesederajatan.
• J.S. Furnivall
Masyarakat multikultural adalah masyarakat yang terdiri atas dua atau lebih komunitas (kelompok) yang secara kultural dan ekonomi terpisah-pisah serta memiliki struktur kelembagaan yang berbeda-beda satu sama lainnya.
Ciri ciri masyarakat multikultural
- Terjadi segmentasi ke dalam bentuk-bentuk kelompok subkebudayaan yang berbeda satu dengan yang lain
- Memiliki struktur sosial yang terbagi-bagi ke dalam lembaga-lembaga yang bersifat nonkomplementer
- Kurang mengembangkan konsensus diantara para anggota-anggotanya terhadap nilai-nilai yang bersifat dasar
- Secara relatif seringkali mengalami konflik diantara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain
- Secara relatif, integrasi sosial tumbuh di atas paksaan (coercion) dan saling ketergantungan dalam bidang ekonomi
- Adanya dominasi politik suatu kelompok terhadap kelompok lain
1. primordialisme
pandangan atau paham menunjukkan sikap berpegang teguh pada yang sudah
ada sejak semula dan melekat pada individu, seperti ras, agama dan bangsa.
ada sejak semula dan melekat pada individu, seperti ras, agama dan bangsa.
2. Etnosentrisme
suatu sikap menilai budaya masyarakat lain menggunakan ukuran ukuran atau
tolak ukur yg berlaku di masyarakat.
3. Politik aliran / Sektarian
Keadaan dimana sebuah kelompok/organisasi tertentu di kelilingin oleh sejumlah
organisasi masa (ormas) baik formal atau informal.
4. Konsolidasi
Usaha untuk menata kembali atau memperkuat kembali kelompok yang terancam
perpecahan.
B. Pengertian konflik
dapat diartikan sebagai suatu proses sosial antara 2orang/lebih atau juga kelompok
yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan, melukai dan
membuatnya tidak berdaya.
Pengertian menurut para ahli
• Soerjono soekanto
konflik sebagai suatu proses sosial individu atau kelompok yang berusaha memenuhi tujuan nya dengan cara menentang pihak lawan.
• Gillin Gillen
konflik sebagai bagian dari proses interaksi sosial manuasia yang saling berlawanan.
• Louis coeser
konflik sebagai perjuangan mengenai nilai atau tuntutan status, kekuasaan dan sumber daya bersifa langka dengan maksud melenyapkan lawan atau mencederai.
Faktor-faktor penyebab konflik
1. perbedaan individu bisa menyangkut emosi
2. perbedaan kebudayaan
3. perbedaan kepentingan
Bentuk bentuk konflik menurut para ahli
1. Soerjono Soekanto
a. konflik atau pertentangan pribadi.
b. konflik atau pertentangan rasial.
c. konflik atau pertentangan antar kelas sosial.
d. konflik atau pertentangan politik.
e. konflik atau pertentangan internasional.
2. Ursula Lehr.
a. konflik dengan orang tua sendiri.
b. konflik dengan anak sendiri.
c. konflik dengan keluarga.
d. konflik dengan orang lain.
e. Konflik dengan suami-istri.
f. konflik di sekolah.
g. konflik dalam pekerjaan.
h. konflik agama.
i. konflik pribadi.
Dampak Konflik
Positif
1. konflik dapat memperjelas aspek aspek kehidupan yang belum jelas/tuntas.
2. adanya penyesuaian kembali norma-norma, nilai-nilai, serta hubungan sosial dalam
kehidupan individu atau kelompok.
3. meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok.
4. merupakan jalan untuk mengurangi ketergantungan antar individu/kelompok.
5. konflik dapat membantu menghidupkan kembali norma-norma&menciptakan
norma-norma baru
6. konflik berfungsi sbg sarana untuk mencapai keseimbangan antar kekuatan pada
masyarakat.
7. konflik memunculkan sebuah kompromi baru.
Negatif
1. Keretakan hubungan antar individu dan persatuan antar kelompok.
2. kerusakan harta, benda dan nyawa.
3. berubahnya kepribadian individu.
4. muncul dominasi kelompok pemenang atas kelompok yang kalah.
Cara pengendalian konflik dan kekerasan beserta contohnya
1. Koersi
pengendalian degan cara paksaan fisik/psikologi.
contoh: terjadi pemaksaan kehendak terhadap pihak yang lebih lemah. Yaitu laki laki
memaksakan suatu kehendak terhadap perempuan
2.Kompromi
dengan mengurangi tunrutan antara pihak yang berkonflik.
contoh: presiden RI mengadakan suatu perjanjian dengan Presiden Iran tentang bea
cukai.
3.Konsliasi
melalui lembaga-lembag yang memungkinkan diskusi dalam mengambil keputusan
yang adil diantara pihak yang bertikai.
contoh: pembagian warisan tidak merata, akhirnya diskusi dengan antar saudara-
saudara lainnya dan juga keluarga besar.
4.Mediasi
kedua pihak mencari pihak ketiga yang netral sebagai mediator.
contoh: saat melihat orang membuang sampah sembarangan yang melihat sbg
mediator mengingatkan orang tsb.
5.Arbitrasi.
pengendalian datang pihak ketiga untuk terpaksa menerima keputusan untuk
menyelesaikan konflik.
contoh: kakak & adik bertengkar terpaksa ibu memberi keputusan.
6.Ajudikasi
merupakan penyelesaian melalui lembaga pengadilan.
contoh: konflik antara 2orang yang terlibat tabrakan kendaraan dan kedua belah
pihak bersikukuh telah berkendara dengan benar jalan damainya mau tidak mau
ditempuh jalur pengadilan
Teori-teori tentang kekerasan
1. teori faktor individual
penyebab dari perilaku individu atau kekerasan dari pribadi dan sosial..
2. teori faktor kelompok
individu cenderung membetuk kelompok dengan mengedepankan indentitas berdasar
kesamaan ras, agama dan etnik.
3. teori dinamika kelompok
kekerasan timbul karena adanya rasa kehilangan atau memiliki yg terjadi dalam
kelompok/masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar